Rabu, 27 Agustus 2008

Tips Mempercepat Akses Internet

Saat anda browsing atau membuka suatu website di internet entah dari warung internet ataupun dari rumah, mungkin anda sering mengeluh akan lambatnya akses untuk menampilkan website tersebut. Padahal akses internet di Indonesia sekarang ini masih terhitung mahal. Sebenarnya ada cara-cara mudah untuk meningkatkan kecepatan akses internat anda tanpa harus membayar biaya lebih mahal. Beberapa diantaranya adalah dengan menyetting browser kita, menggunakan openDNS, dan menggunakan Google Web Accelerator.

Untuk menerapkan trik-trik tersebut sangat mudah. Cara pertama yaitu menyetting browser dapat dilakukan oleh pengguna Internet Explorer dan Mozilla Firefox. Bagi pengguna Internet Explorer klik menu [Tools] [Internet Option], klik tab [General]. Pada opsi "Temperory Internet files", klik [Settings] lalu Geser slider-nya. Hal itu untuk membuat cache (lokasi penyimpanan sementara) untuk web yang anda buka, sebaliknya disediakan sekitar 5% dari Hard disk.

Bagi pengguna Mozilla Firefox anda dapat mengetikkan "about:config" pada address bar,. setelah itu ubah "network.http.pipelining" dan "network.http.proxy pipelining" menjadi "true", serta isi "network.http.pipelining.maxrequests" antara 30 –100(semakin besar semakin cepat). Yang terakhir klik kanan dimana saja dan pilih New->Integer, tuliskan "nglayout.initialpaint.delay" lalu isi dengan 0.
Untuk trik kedua, pertama anda harus mendaftar di www.openDNS.com. Setelah itu masuk ke Control Panel dari start menu, pilih network connections lalu pilih koneksi anda dan klik tombol properties. Pada bagian Internet protokol anda bisa pilih TCP/IP dan klik properties. Masukkan angka 208.67.222.222 dan 208.67.220.220 pada opsi DNS dan restart komputer anda.

Setelah melakukan 2 tips di atas sekarang anda pasti akan mendapat kecepatan akses yang lebih kencang. Bagi yang masih belum puas dengan kecepatan aksesnya sekarang dapat menggunakan trik yang ke tiga yaitu Google Web Accelerator. Google Web Accelerator di desain khusus untuk mempercepat akses internet anda, khususnya anda yang menggunakan koneksi broadband (pita lebar) seperti Cable dan DSL. Untuk anda yang menggunakan koneksi lain seperti Dial-up (Telkomnet Instant atau Speedy) maupun satelit atau wave, Google Web Accelerator juga dapat mempercepat aksesnya.

Untuk memakai Google Web Accelerator anda harus memenuhi kriteria antara lain Operating System anda harus Windows XP atau Windows 2000 dan browser anda harus Internet Explorer 5.5+ atau Mozilla Firefox 1.0+. Kalau untuk browser lainnya sebenarnya juga bisa, tetapi anda harus meng-konfigurasi proxy settings dari browser anda dengan menambah 127.0.0.1:9100 pada HTTP. Setelah anda melakukan instalasi, Google Web Accelerator akan menampilkan icon kecil di atas browser anda dan icon tray di pojok bawah layar komputer. Anda dapat mengunduh Google Web Accelerator di http://webaccelerator.google.com.


chatting, browsing N ngising

Sabtu, 09 Agustus 2008

Kejahatan Cyber Tinggi, Polisi Menerima Laporan dari 17 Negara

JAKARTA, KAMIS - Kejahatan cyber di Indonesia masih cenderung tinggi meskipun aturan perundangan mengenai informasi teknologi telah dibuat. Pengaduan soal kejahatan cyber di Indonesia datang dari sejumlah negara di dunia. Praktik kejahatan cyber telah menjadi sumber pendapatan utama bagi pelakunya.

"Internet bagi masyarakat telah menjadi second life. Dan, segala bentuk kejahatan pun terus bertransformasi menjadi kejahatan cyber, mulai penipuan, kejahatan seksual pornografi anak, sampai terorisme," kata Komisaris Besar Petrus Reinhard Golose, Kepala Unit Cyber Crime, Direktorat Ekonomi Khusus, Badan Reserse Kriminal Mabes Polri,

Berdasarkan data Unit Cyber Crime Mabes Polri, pada kurun waktu 2006-2008 telah masuk 55 laporan kejahatan cyber dari 17 negara. Kerap kali, laporan sulit diproses karena korban tidak dapat datang ke Indonesia untuk membuat laporan resmi secara langsung dan menjalani pemeriksaan sebagai saksi korban.

Golose menambahkan, gejala kejahatan cyber ini bisa makin merebak dengan mudah karena jenis kejahatan itu tidak menimbulkan fear of crime, rasa ketakutan yang menghantui masyarakat. Meskipun begitu, kerugiannya bisa sangat besar.

Jadi sumber nafkah

Kasus terbaru yang ditangani polisi, yaitu penipuan melalui situs berkedok penjualan barang. Kasus ini menimpa Chumpon Korp Phaibun, warga negara Thailand. Chumpon tertipu oleh sebuah situs Indonesia, yakni www.henbing.com. Melalui situs itu Chumpon bertransaksi membeli sebuah jet ski seharga 19.520 dollar Amerika. Namun, setelah mengirimkan uang ke dua rekening di Bank Mandiri, jet ski pesanannya tidak juga datang.

Penyidik Polri akhirnya mendatangi Chumpon ke Bangkok setelah dia bersedia menjalani pemeriksaan. Dari penyelidikan dan penyidikan polisi di internet, akhirnya polisi berhasil menangkap tersangka pelaku Ronal Lubis (28) dan Bayu (26) awal Juli.

"Ronal, operator situs itu, berpenghasilan utama dari praktik cyber crime karena hasilnya sangat besar. Satu korban saja bisa ribuan dollar (AS). Dia punya usaha kecil-kecilan fotokopi, tapi itu cuma kedok. Dari usaha fotokopi itu tidak mungkin dia bisa sering berlibur ke luar negeri," kata Golose. Penyidik meyakini korban Ronal sudah cukup banyak karena dia memiliki enam situs lainnya yang digunakan untuk menipu.

Menurut Golose, salah satu kendala yang selalu dihadapi polisi dalam mengungkap perkara adalah pelaku mudah membuat KTP palsu untuk membuka rekening bank. Setiap pelaku kejahatan penipuan di internet selalu memiliki rekening bank. Bahkan, Ronal memiliki enam rekening di Bank Mandiri dan satu rekening di Bank Niaga.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau lebih berhati-hati melakukan transaksi melalui internet sekalipun telah lahir Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. "Tetap harus think before click, pikir dulu sebelum klik transaksi,